Instalasi Varnish di CentOS 6.5
[socialring] Apa itu Varnish ? Varnish adalah sebuah aplikasi open source HTTP reverse proxy yang seringkali disebut juga sebagai HTTP accelerator atau web accelerator yang secara signifikan akan meningkatkan kinerja web. Varnish mempercepat sebuah situs web dengan menyimpan salinan dari halaman yang dilayani oleh server web yang pertama kali pengguna mengunjungi halaman tersebut. Saat berikutnya pengguna meminta halaman yang sama, Varnish akan melayani salinan bukannya meminta halaman dari server web. Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Varnish Caching Server?- Server dengan OS Linux
- Aplikasi Varnish Cache
- Sebuah Server sebagai Backend Server
- Aplikasi Web Server
- Sebelumnya agar tidak terganggu saat melakukan instalasi dan konfigurasi, non aktifkan terlebih dahulu fungsi firewall pada server. Dalam OS CentOS maka ada 2 firewall yang perlu di non aktifkan yaitu selinux dan iptables.
- Unduh terlebih dahulu repository varnish
# wget http://repo.varnish-cache.org/redhat/varnish-3.0/el6/noarch/varnish-release/varnish-release-3.0-1.el6.noarch.rpm - Install Aplikasi Varnish
# yum y install varnish - Install Aplikasi Web Server di Backend Server
# yum y install httpd - Buat virtualhost pada file /etc/httpd/conf/httpd.conf di Backend Server
ServerAdmin root@localhost DocumentRoot /var/www/html ServerName 192.168.0.111 ErrorLog /var/log/httpd/error_log - Ubah beberapa parameter pada file /etc/httpd/conf/httpd.conf
Listen 192.168.0.111:8080 NameVirtualHost 192.168.0.111:8080 - Lakukan konfigurasi pada file /etc/sysconfig/varnish di Varnish Caching Server
START=yes NFILES=131072 MEMLOCK=82000 NPROCS=unlimited RELOAD_VCL=1 VARNISH_VCL_CONF= /etc/varnish/default.vcl VARNISH_LISTEN_ADDRESS = 192.168.0.103,192.168.0.111 VARNISH_LISTEN_PORT = 80 VARNISH_ADMIN_LISTEN_ADDRESS = 192.168.0.103 VARNISH_ADMIN_LISTEN_PORT = 6082 VARNISH_SECRET_FILE = /etc/varnish/secret VARNISH_MIN_THREADS = 1 VARNISH_MAX_THREADS = 1000 VARNISH_THREAD_TIMEOUT = 120 VARNISH_STORAGE_FILE = /var/lib/varnish/varnish_storage.bin VARNISH_STORAGE_SIZE = 1G VARNISH_STORAGE="file,${VARNISH_STORAGE_FILE},${VARNISH_STORAGE_SIZE}" VARNISH_TTL = 30 DAEMON_OPTS= "-a ${VARNISH_LISTEN_ADDRESS}:${VARNISH_LISTEN_PORT} \ -f ${VARNISH_VCL_CONF} \ -T ${VARNISH_ADMIN_LISTEN_ADDRESS}:${VARNISH_ADMIN_LISTEN_PORT} \ -t ${VARNISH_TTL} \ -w ${VARNISH_MIN_THREADS},${VARNISH_MAX_THREADS},${VARNISH_THREAD_TIMEOUT} \ -u varnish -g varnish \ -S ${VARNISH_SECRET_FILE} \ -s ${VARNISH_STORAGE} - Lakukan konfigurasi pada file /etc/varnish/default.vcl di Varnish Caching Server
backend httpd { .host = "192.168.0.111"; .port = "8080"; .probe = { .url = "/"; .interval = 5s; .timeout = 1s; .window = 5; .threshold = 3; } } sub vcl_deliver { if (obj.hits > 0) { set resp.http.X-Cache = "HIT"; } else { set resp.http.X-Cache = "MISS"; } } - Install tools tambahan dari Apache untuk melakukan benchmarking
# yum -y install httpd-tools
- Pengujian health-checking backend
- Ujicoba dengan perintah curl -I http://192.168.0.103
- Hasil dari penggunaan varnish
visit our other blog: Cloud Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar